19 October 2015

Dian Goes To Bali

Dua  minggu yang lalu gue baru balik dari Late Holiday gue di Bali. Ceritanya gue kesana diajakin bokap yang lagi ngadain Benchmarking Diklat PIM IV Kab. Bolaang Mongondow Utara. Kebetulan bokap gue adalah salah satu panitianya jadi sekalian aja gue ngekor dibelakangnya. Mumpung belum mid semester gue manfaatin aja moment ini, jarang – jarangkan di iyain sama bokap untuk bisa ngikut beliau.


1 minggu lebih gue absen kuliah dan temen – temen sudah pada bisa nebak trik gue kalau mau absen kuliah, pasti nitip surat izin ke dosen dengan alasan ada kepentingan keluarga. Ckckck. Tapi sebenarya sih masuk akal, gue kan holiday bareng bokap secara tidak langsung merupakan bagian dari kepentingan keluarga. Halah! Alasan ndashmu.. 


28 Sep 2015 tepatnya hari senin, gue bareng rombongan Diklat terbang dari manado ke bali, dag dig dug juga sih karena FYI ini adalah perjalanan perdana gue keluar pulau sulawesi, biasanya sih paling holidaynya hanya sekitaran sulawesi doank kalau bukan provinsi tetangga (Gorontalo & Palu) yah paling modar mandir Manado aja dengan pemandangan yang itu – itu doank. #Bosen

2 jam-an mengudara akhirnya touchdown di Bali. Berasa excited banget, dalam hati bersorak wow gitu akhirnya bisa nginjak tanah bali. Biasanya hanya bisa liat Bali via tipi kini gue bisa secara exclusive liat Bali. OK hestek Dian Norak! 

Sesampainya di Bali gue bareng rombongan disambut meriah sama travel agent nya, dipoto – potolah, salam – salaman sama Bokap (kebetulan bokap udah lebih dulu ke Bali) , dikalungin bunga kamboja oleh seorang mba cantik nan bohay dengan pakaian khas bali dan dandanan serta assesoris sunting yang lebih mirip siluman merak. Sehabis dari bandara kita serombongan langsung digiring ke Pantai Jimbaran untuk candle light dinner menikmati makanan seafood,  lengkap dengan nuansa dan alunan music khas bali.

----

Day 1

Efek dari jalan sama rombongan, schedule dihari pertama belum terfokus pada jalan – jalan. Gue diwajibkan ikut bersama rombongan untuk mengunjungi.lokus – lokus benchmarking mereka -_-“. Dalam hati sebenarnya sebel tingkat dewa ngapain juga ngikutin mereka tapi apa daya daripada ditinggal sendirian di hotel. Lagian takut juga sih ditinggal sendiri dalam kamar hotel, kebayangkan gue lagi enak – enak tidur tiba – tiba didatangin titisan dewa siwa. Haduh bisa laen ceritanya.-_-

Kabupaten Badung

Lokus benchmarking PIM IV mereka berlokasi di Kab.Badung Prov.Bali awalnya agak skeptis ngikutin mereka dari kantor ke kantor, gue fikir moment kali ini bakalan jadi moment garing dimana gue diabaikan kayak upil. Tapi.. dugaan gue tak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, gue malah diperhatiin terus sama mereka. IIh! Bikin melting aja.. ya mungkin gara – gara gue adalah satu – satunya cewek ABG diantara mereka yang sudah berkeluarga.

Ada 3 titik lokus yang didatangi. Pertama, kantor BKD Kab.Badung yang sekaligus dijadikan tempat penerimaan rombongan PIM IV Kab.Bolmut. Kedua, Dinas Pendidikan & RS, dan Ketiga kalau tidak salah Dinas Pertambangan.

Jujur.. saat memasuki gerbang gapura diwilayah pemerintahan Kab.Badung gue dibuat mangap dengan penataan lingkungannya. Swear penataan lingkungannya tertata rapi, asri, bersih. Kalau kata orang bali sih “JEGEG” (Cantik), kawasan pemerintahannya juga dikelilingi oleh persawahan yang hijau dengan system irigasi yang terintegrasi. Kawasan pemerintahannya dibuat menjadi satu kawasan mulai dari kantor bupati sebagai ikon utama dan instansi – instansi lain yang dibangun mengitari kiri,kanan dan belakang kantor bupati. Dimana ditengah kawasan pemerintahannya terdapat hamparan lapangan hijau yang luas dan mirip dengan green carpet. 

Lapangan Hijau
Bukan hanya lingkungannya, desain interior dan eksterior bangunannya jauh dari desain minimalis, desain bangunannya masih tetap mempertahankan gaya khas bali dengan ornament – ornament bangunan mirip pura, bangunannya juga dikombinasikan dengan tanaman – tanaman hias yang ditata rapi sehingga berkesan ekologis. Tiap kantor juga memiliki halaman parkir yang cukup luas. 

   

 





Pengalaman yang impressive dan mengagumkan. Sebagai calon sarjana teknik bidang tata kota yang nantynya juga akan berkecimpung di dunia pemerintahan, gue nyimak betul setiap penjelasan selayang pandang Kab.Badung, gue menarik banyak ilmu yang gue dapati ketika ngikut rombongan ke dinas – dinas Kab.Badung. 1 hal yang terbesit difikiran gue ampe skarang adalah ketika tahu bahwa PAD Kab.Badung sekitar 4 Triliun. Sebuah pencapaian emejing untuk anggaran setingkat kabupaten. Yang lebih mencengangkan lagi bila dibandingkan dengan Kab.Bolmut (daerah gue) PAD nya hanya sekitaran 553 miliar. -,-“ perbadingan yang cukup jauh. Yah gue juga ngak sedikit heran sih daerah mereka kan pusatnya pariwisata so gimane ngak tajir ? lagian pendapatan itu juga emang didapat dari pajak hotel berbintang (1-5), restoran mewah, dan jasa angkutan. Bahkan Kab.Badung ternyata masih memberikan sumbangan kontribusi ke kabupaten – kabupaten disekitarnya, seperti Jembrana, Buleleng, Klungkung, Bangli dan Karangasem. 

Setelah seharian berlelah diri bersama rombongan, malamnya gue diajak bernakal – nakal ria bareng teman – teman bokap gue. Weeittss,, jangan suudzon dulu. Maksudnya gue diajak mengenal dunia malam di Bali sama mereka. Sambil jalan – jalan ke Kute Beach gue memperhatikan sisi kanan jalanan yang penuh dengan hingar bingar pub/club dan restoran kecil ampe gede yang dipenuhi dengan bule a.k.a wisatawan asing. Selama memperhatikan mereka selama itu pula logika gue berjalan. Mungkin kalau akidah dan iman gue lemah gue udah lama terjerumus kedalam hal – hal seperti yang gue liat pada saat itu. Mereka juga ngajak gue masuk kedalam salah satu café Hard Rock yang merupakan bagian dari Hotel Bintang 5 Hard Rock milik Isaac Tigrett dan Peter Morton. Kelap kelip warna lampu café dan hentakan music disco yang menggelegar seakan mengundang badan gue untuk dilengaklengokan. Oksip! Kalau ngak bareng bokap udah gue jabanin musicnya. Wkwkwk


Bule gila.. Yep itulah yang gue jumpai ketika masuk dicafe itu. Ada beberapa bule yang make costum wonder women, Mario bros, dan kostum lainnya yang bergoyang sambil tawaf pada panggung kecil yang dibuat  ditenggah café. Ada juga tantetante  ibu – ibu dengan pakaian yang kehabisan bahan. Yah gue harap sih ibu-ibu sosialita.. bukan tante-tante bayaran. Ckckck

Sekitar 15 menitan keasikan menikmati suasana kafe itu akhirnya bokap ngajak gue balik tapi masih mampir sebentar di monument Bom Bali Legian untuk take a selfie. FYI kata bokap gue pub yang dibom sama Amrozi CS itu merupakan pub(Sari Club) yang emang hanya dikhususkan untuk bule doank, orang indo dilarang masuk gara – gara dalamnya penuh minuman dan sudah menjadi tempat prostitusi high level. Rrrr ngak kebayang mereka yang mati dalam keadaaan kotor.

-----


Day 2


Schedule di hari ke-2 adalah mengunjungi Daya Tarik Wisata Ulun Danu Beratan, Bedugul, di Tabanan Bali. Perjalanannya cukup memakan waktu satu jam lebih. Selama perjalanan kesana kita disuguhi view bedugul dengan tatanan landscape bukit – bukit yang hijau dan indah. Karena berbukit – bukit jalan menuju kesana juga sangat memacu adrenalin ya mirip – miriplah liat mantan sama pacar barunya ini gara – gara jalanannya yang terjal dan berkelok – kelok. Kebetulan kita kesana pake bus pariwisata berukuran besar jadi kalau busnya berpapasan dengan bus yang sama besar, ibu – ibu bakalan pada teriak histeris semua. Pokoknya selama perjalanan gue mengalami budeg mendadak gara – gara si ibu – ibunya kebanyakan teriak. Bawaannya pengen ngebekep mulut mereka pake pembalut. Errrgg… dasar ibuibu!
 

Saat perjalanan kesana kita juga melewati hotel milik anak presiden ke-2 kita Tommy Soeharto. Menurut tour guide, hotel ini sebenarnya merupakan hotel berbintang juga namun entah mengapa pembangunannya terhenti, padahal pembangunananya sudah mau hampir selesai. Katanya juga sih pembangunan hotel ini menuai pro kontra dari masyarakat setempat gara – gara bertentangan dengan kepercayaan masyarakat bali yang melarang pembangunan hotel di atas gunung karena masyarakat bali itu salah satu sesembahannya adalah gunung. -_-“ Lah?

Nih bisa lu liat dari gambar yang gue ambil. Hororkan ?





Sayang yah bangunannya terbengkalai seperti ini padahal kalau dipikir duit lo yang dipakai buat membiayai pembangunan hotel berbintang kayak gini, bukan hanya pake daun kemangi doank . tapi yowislah.. yah pemiliknya juga konglomerat. Orang berduit yang ngak akan kehabisan duit ampe 7 turunan. Kalau dilihat juga tempatnya kayaknya cocok dijadiin tempat eksekusi acara tv dunia lain. Angker horror gimana gitu… hiii!!!


Melewati perjalanan panjang akhirnya nyampe juga di tujuan. Alhamdulillah pantat gue ngak jengotan gara – gara kelamaan duduk. Danau Beratan yang kita kunjungi ini adalah danau yang terletak diatas pegunungan. Pemandangannya indah coy… asri dan dinginnya itu lo, nusuk ampe hati dilawanlah tusukan luka mantan. dan kalau lu pada yang nanty ntar datang kesini gue saranin pake baju yang tebal biar ngak kedinginan. Jangan pake pakaian you can see sama celana pendek sepaha ntar lu dijadiin sesajen sama blibli disini.

 
























Gimana cakepan gue atau pemandangannya ?!! dua – duanya lah. *kemudian pembaca diare mendadak*. Btw yang didepan gerbang pura itu bukan pacar ataupun kenalan gue. Sumpah! Sama sekalian bukan. #diankepedean

Cukup lama kita berkeliling – keliling di danau beratan sayangnya kalau melihat ke sebelah danau pemandangannya tertutup kabut jadinya kurang charming, tapi tak apalah yang penting happy.

Dari Danau Beratan kita balik kanan pulang dan singgah sebentar di toko oleh – oleh Joger Bali. Iya bentaran doank gara – gara tokonya udah mau ditutup. Toko oleh – oleh yang terkenal dengan pabrik kata – katanya yang unik. “ Beli ngak beli tetap thank you “. Dan Jalan – jalan hari ke2 itu diakhiri dengan berbelanja lagi di Toko Oleh – Oleh Khrisna.




------

Day 3

Destinasi tour dihari ke-3 yang pertama didatangi adalah Tanjung Benoa, Nusa Dua Bali. Menurut tour guidenya tanjung benoa merupakan tempatnya wahana water sport laut di Nusa Dua, maka saat breakfast gue banyak – banyakin makan biar ngak kelaperan saat beraksi dengan wahana water sportnya. Kurang lebih 20 menitan kita menuju tanjung benoa. Kali ini akses jalan menuju kesana harus melalui jalan tol Bali – Mandara yang merupakan jalan tol yang dibuat ditengah laut. 

Jalan Tol Bali - Mandara



Cakeeep?? Yaeyalah cakep. Saat gue ngelewatin jalan tol itu gue kefikiran gimana cakepnya Manado kalau seandainya dibuatin jalan tol kayak gini, jalan tolnya dibuat membentang ditengah laut dari Kota Manado ke Pulau Bunaken. Pasti cakep tuh.. biar kalau ke Bunaken ngak repot – repot lagi nyari perahu/kapal untuk menuju kesana. Cukup pake mobil mau itu mobil bus, truck, mobil ambulance atau mobil mainan yang penting mah ngak naik perahu/kapal. 

Selama dalam perjalanan gue dibuat penasaran sama wahana apa saja yang bakalan manjain gue di tanjung benoa itu. Dan pada saat udah mau nyampe tujuan wisata, gue liat dari jendela bus banyak parasut yang dibuat menyerupai layangan yang meramaikan langit di pantai tanjung benoa. tanpa berlama – lama lagi gue langsung aja ngomong ke bokap.

“ Paps nanty kakak nyobain itu yah “ sambil nunjuk

“ hmmm… “ itulah jawaban bokap, jawaban singkat, jelas tapi rada – rada ngak rela. Dan tanpa berlama – lama lagi gue langsung beli tiketnya. Tiketnya yah agak ngures kocek sih Rp.100.000 sekali coba tapi gue enjoy aja lagian kan jalannya sama ATM Berjalan jadi ngak usah takut kemahalan atau kekurangan duit. Haha

 

















Tanjung Benoa Beach
Paraseling

Btw wahana yang gue jamah kali pertama ini bernama Paraseling. Seperti yang gue udah jelasin sebelumnya paraseling ini semacam parasut yang dibuat menyerupai layangan dimana parasutnya dikaitkan kebadan kita dan kita bakalan dibuat melayang diudara dengan bantuan/tarikan boat. Asik sumpah… asli berasa kayak burung dan suguhan viewnya itu loh yang ngak bakalan didapatin dimanapun kecuali di Tanjung Benoa. M-E-N-A-J-U-B-K-A-N sebelum nyobain paraseling gue sempat skeptis soalnya ada salah satu wisatawan yang nyobain paraseling tapi pas mau landing hampir aja landingnya diatap rumah orang. -_-“ satu lagi yang bikin gue ragu “ gue kagak tahu berenang coy “. Iyah gue kagak tahu berenang.. sebelum nyoba beberapa pertanyaan berkecamuk di kepala : Gimana kalau misalnya gue nyoba gue landingnya dilaut ? gimana kalau tali parasutnya putus kemudian gue jatuh bebas ketengah laut,ngak tahu berenang, tenggelam, dimakan emak hiu ? gimana kalau talinya putus trus gue bukannya jatuh malah kebawa angin ampe mars ? gimana kalau misalnya gue landing malah nyusruk diatap orang ? Hah’ Pokoknya keragu-raguan gue ampir aja ngurungin niat gue untuk mencobanya. Tapi Alhamdulillah Allah Maha Baik. Gue selamat cuy… 

Wahana ke-2 yang gue cobain adalah jetski. Puff… anjir dah wahana kali ini emang sangat menguras dompet. Harganya Rp.200.000 /orang dan kebetulan yang nyoba gue ama bokap jadinya Rp.400.000 Huhu jadi kasihan liat dompetnya bokap. Padahal mah setelah gue rasain sama aja kayak bawa motor matic hanya ditarik – tarik gasnya doank tapi intinya disini suasana dan pengalaman yang gue dapatin beda dengan bawa motor matic. Siapa tahu toh gue balik Manado jadi bisa ngojek pake jetski. selain efesien waktu, pake jetski bisa meminimalisir macetkan ? Haa… dianpinter! #songong

Pada waktu nyobain jetski, si bli yang ngejoki jetski gue sengaja ngebuat gue berteriak histeris, gimana coba doi selalu membuat jetskinya ampe-ampe mau kebalik gara-gara kesotoyannya ngelawan ombak. Tapi jangan salah.. gue juga balas dendam sama doi. Saat gantian ngejoki malah dia yang gue bikin histeris. Jetskinya sengaja gue full speed, jumping – jumpingin gue puter-puterin biar doi pusing, jatuh, gue tinggalin terus jetskinya gue bawa lari. Hahaha.. dan tentunya itu hanya sebatas ekspektasi doank -_-“

Jetski bareng Bokap
Habis dari nyobain jetski gue juga diajak sama Kak Elis buat ngejamah Roling Donat. Belum kekumpul nyawa habis nyobain jetski malah diajakin lagi buat nyobain Roling Donat. Harganya sama kayak Paraseling Rp.100.000 /orang. Wahana kali ini lebih gila lagi dari jetski. lu bakalan ditarik pake boat terus bakalan diputer – puter kayak donat kuncinya hanya satu pegang erat – erat aja ditempat pegangannya kalau ngak lu bakalan dibuat mental ke arab gara – gara udah lemes dan gak bisa pegangan lagi. Sensasi roling donat lebih heboh dari jetski. teriak – teriakannya 80% mengandung makian. Iya bli – bli yang narik kita pake boat habis dimaki sama ibu-ibu yang juga ngikut kita ngeRoling Donat. “ Woy.. Woy stop stop stop.. stop Wooooooyyyyy… berhanti woy … Fu** $#%#%^E&$ * “.. intinya Lucu dan seru abis!!!  

Puas ngejamah wahana di Tanjung Benoa kita ngelanjutin perjalanan lagi ke Pandawa Beach. Kali ini keseruannya berkurang gara – gara senyuman matahari makin hari makin manis iyah manis banget kalau kena di kulit. Tapi pemandangannya charming ngak rugi udah panas – panas ke sini. Pasir putihnya sama kayak di Tanjung Benoa tapi water sportnya masih ciamikan tanjung benoa.

Pandawa Beach

 

destinasi ke-3, kita menuju ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Nah disini kita bisa ngeliat patung kepala garuda dan mungkin bapakne si garuda yang berukuran besar.. iyah gue lupa nama patungnya apaan mungkin si wisnu. Yakali! Wisnu si tangan buntung yang matanya merem kayak orang lagi boker. Di GWK ini selain bisa ngeliat patung kepala garuda kita juga bisa ngeliat pagelaran pertunjukkan seni tari dsb yang disuguhkan oleh pengelola GWK. Disini juga terdapat souvenir shop sekaligus oleh – oleh khas bali. Dan kata si tour guide di GWK terdapat air suci loh yang bisa ngentengin jodoh. Sok atuh buat yang jomblo capcus datang ke GWK biar langsung dapet jodoh. Dan di GWK ini biasanya juga dijadikan tepat untuk menyelenggarakan upacara adat dan upacara – upacara lain seperti saat memperingati hari dimana terjadi pengeboman di bali.

 
















 















 

Bapakne Garuda


 
Garuda Wisnu Kencana
Dalam perjalanan ke destinasi selanjutnya..

“ Ok perhatian semua, baik, destinasi terakhir yang akan kita kunjungi ini adalah pantai kuta, nah disana kita bisa melihat sumur “ kata si bli.

“ apaan tuh sumur bli ? sumur perigi ? ” tanya salah satu dari rombongan

“ bukan tapi susu jemur “ jawab bli dengan entengnya sambil nyengir.

“ Anjirrr… Hahaha bli dapale “ teriak salah satu peserta rombongan pake logat manado yang artinya dalam bahasa indonesia adalah  “ kena deh “ 

FYI : susu jemur itu adalah istilah yang dinamakan oleh orang bali kepada bule – bule yang lagi berjemur dipantai.  

Sesampainya di pantai kuta waktu sudah menunjukan pukul 4.45 WITA jadi kita bisa ngeliat tergelincirnya matahari a.k.a sunset. Sambil menunggu sunset gue kedatangan seorang om – om paruh baya yang menawarkan jasa pembuatan Temporary Tatto. Karna kefikiran dari awal kedatangan ampe waktunya meninggalkan bali ngak ada satupun mark yang berkesan di badan gue akhirnya dengan izin bokap gue menato bagian betis gue dengan Tatto Name



Wow background gue menyilaukan :p
Waiting For Sunset
Sunset Kuta Beach

Kuta Beach

Pagi keesokan harinya gue dan rombongan meninggalkan hotel dan langsung menuju bandara I Gusti Ngurah Rai International Airport. Dalam perjalanan ke bandara tour guide kita memberikan 2 teka teki sebagai tanda perpisahan. 

Teka – Teki 1

“ Bank apa yang paling disukai pria ? “ tanya bli.

“ Bankrut ? Bangsat ? Bangcong ? Bangci ? “ dan berbagai jawaban absurd lainnya.

“ Salah “

“ Trus ? “ Tanya serentak.

“ Bank Danamon ! (Dada ashoy dan montok) “

Teka – Teki 2.

“ Dia berbatang, bila dimasukan disodok dari pantat “

“ apaan tuh ? aduhh bli ini otak cabul “ kata salah satu peserta.

“ Hahaha.. jangan negative thinking donk “ 

“ Apaan coba ? “

“ memasukan kunci ke gembok “

Pwakaka, Muehehe, Muihihi. LOL 

Berat banget rasanya ingin ninggalin bali, bawaannya ngak pengen pulang meninggalkan bali dengan sejuta panorama indah yang membuat betah setiap wisatawan yang mengunjunginya. Terima Kasih bali atas suguhan panorama indahmu. Cerita ini tidak cukup menggambarkan bagaimana setiap langkah, setiap rasa dan setiap pengalaman yang kudapati ketika mengunjungimu. Ku memujamu, Ku Mencintaimu, terimakasih karna kau berhasil membuatku mabuk cinta kepadamu. Baliku… Indonesiaku. :*

20 comments:

  1. Replies
    1. Hehehe iya blm pas lagi klu ngk liat sumur =))

      Delete
  2. Replies
    1. hehehe :) gue doain moga bisa ke bali yah :)

      Delete
  3. Mbak dian keren.. saya belum pernah kesana nih.
    BTW itu yang di pantai #ooppss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe makasih lo bang fajar:)
      Nape emng yg di pantai ? WOW kan. lol

      Delete
  4. Hyaaaa keren bange. Btw paraseling 100k? mayan juga ya.. hihih
    *salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wisshh jurus ape nih pake hyaa - hyaa segala ? btw thanks dibilangin keren #padahalemangkeren

      yoai mayan nguras dompet dih :) Ckckckc *Salam Kenal Juga

      Delete
  5. bali emang keren..
    cuma kalo disana paling gak kuat bau dupa dan kawanya.
    bedugul kereen.
    *salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha bener suka pusing kalau kelamaan nyium bau dupanya. *Salam kenal juga :)

      Delete
  6. sampe sekarang, saya belum pernah ke Bali, kasian pake banget yak, entah kapan bisa ke sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe saya doakan semoga bisa kesana mba :)

      Delete
  7. ikut donk goes to bali kan kebeneran ada nenek saya di jimbarannya
    http://obatginjalbocorterampuh.blogspot.com

    ReplyDelete
  8. The app is called LIVE NetTV. Live NetTV APK It helps your phone,Visit here your pc, your clever tv and Download Live NetTV also technically anything that runs or android.

    ReplyDelete